17 Februari 2009

Update lewat /etc/rc.local

Kadang kalau lagi support ke client, Linux client juga gue check. Sekedar check apa ada yang tidak beres. Terutama fokus pada proses updatenya. Ternyata beberapa client tidak bisa terupdate.

Tidak jelas apa yang mereka lakuin. Tapi sepertinya proses update terputus saat lagi proses. Seperti misalnya, listrik padam, user tekan reset, dan laennya. Akhirnya setelah restart, proses update tidak akan mau jalan. Errornya seperti biasa, harus jalankan command "dpkg --configure -a".

Kalau pernah baca artikel gue tahun lalu (disini), semua client disini harus selalu update setiap kali PC start up dengan perintah ini:

/usr/bin/apt-get clean
/usr/bin/apt-get update
/usr/bin/apt-get -y dist-upgrade


Ini penting. Karena semua user disini menggunakan username dari LDAP. Dan semuanya hanya level user. Artinya tidak bisa menjalan update yang membutuhkan level root (dengan sudo). Kecuali group MIS saja yang bisa melakukannya. Dan kita sebagai MIS tidak mungkin harus jalankan update dari satu komputer ke komputer yang laen. Jadi solusinya ya harus console. Lebih simple aja.

Dan sekarang perintah itu gue update seperti ini:

/usr/bin/dpkg --configure -a
/usr/bin/apt-get clean
/usr/bin/apt-get update
/usr/bin/apt-get -y dist-upgrade



Jadi bila ada kejadian error seperti sebelumnya, setelah PC restart akan melanjutkan proses updatenya. Well ... proses update ini jauh lebih simple dengan Ubuntu Linux. Coba deh Windows ... lebih mumet and ribet :-D

Goodluck pren

16 Februari 2009

Ubuntu 8.10 di Compaq Presario CQ45

Yang ini satu lagi notebook. Milik bos juga. Waktu beli 3 bulan lalu emang tanpa OS. Edisi yang pake OS lagi kosong. Karena maunya Compaq model ini, ya silakan deh. Tapi nyatanya notebook sampe sudah terisi Vista. Aneh juga kan. Dan dia seneng sekali karena dapat Vista :-D

Setelah bulan ke 3, dia datang sambil marah-marah. Kenapa pelan?

MIS sempet cek lalu kasih tau. Emang pelan nih!!! Gue minta downgrade ke XP. Tapi mereka coba tidak ada hasil. Cek ke support sitenya. Emang cuman untuk Vista. Belum dapat satupun solusi untuk install XP dari Google.

Lalu gue cek lebih detil lagi. Karena punya bos nggak enak kalo nggak bisa kelar problemnya. Akhirnya keputusan gue, coba full scandisk, install SP1 untuk Vista. Bah ... total 15 jam proses baru kelar tuh. Dah hasilnya mengecewakan. Masih pelan sekali :-(

Duh ... gue paling benci OS yg satu ini. Bener nyusahin. Apalagi bos yang satu ini orang Korea. Susah percaya sama orang. Bener-bener menyebalkan kalo dia datang dan liat masih nggak ada solusi dari MIS. Padahal Vistanya yang resek. Bukan divisi gue. Mending gue install Ubuntu deh. Paling nggak Ubuntu nggak lemot seperti Vista. Dan paling nggak dia tau kalo problem di OS. Bukan hardware seperti yang gue pernah bilang ke dia. OK. Kalau diliat dia cuman baca-baca internet dan cek email, nggak ada salahnya kasih coba.

Instalasi Ubuntu 8.10 berjalan lancar. Dan berikut ini hasil command "lspci":


00:00.0 Host bridge: Intel Corporation Mobile 4 Series Chipset Memory Controller Hub (rev 07)
00:02.0 VGA compatible controller: Intel Corporation Mobile 4 Series Chipset Integrated Graphics Controller (rev 07)
00:02.1 Display controller: Intel Corporation Mobile 4 Series Chipset Integrated Graphics Controller (rev 07)
00:1a.0 USB Controller: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) USB UHCI Controller #4 (rev 03)
00:1a.1 USB Controller: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) USB UHCI Controller #5 (rev 03)
00:1a.7 USB Controller: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) USB2 EHCI Controller #2 (rev 03)
00:1b.0 Audio device: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) HD Audio Controller (rev 03)
00:1c.0 PCI bridge: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) PCI Express Port 1 (rev 03)
00:1c.1 PCI bridge: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) PCI Express Port 2 (rev 03)
00:1c.2 PCI bridge: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) PCI Express Port 3 (rev 03)
00:1c.3 PCI bridge: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) PCI Express Port 4 (rev 03)
00:1c.4 PCI bridge: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) PCI Express Port 5 (rev 03)
00:1c.5 PCI bridge: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) PCI Express Port 6 (rev 03)
00:1d.0 USB Controller: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) USB UHCI Controller #1 (rev 03)
00:1d.1 USB Controller: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) USB UHCI Controller #2 (rev 03)
00:1d.2 USB Controller: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) USB UHCI Controller #3 (rev 03)
00:1d.3 USB Controller: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) USB UHCI Controller #6 (rev 03)
00:1d.7 USB Controller: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) USB2 EHCI Controller #1 (rev 03)
00:1e.0 PCI bridge: Intel Corporation 82801 Mobile PCI Bridge (rev 93)
00:1f.0 ISA bridge: Intel Corporation ICH9M LPC Interface Controller (rev 03)
00:1f.2 SATA controller: Intel Corporation ICH9M/M-E SATA AHCI Controller (rev 03)
00:1f.3 SMBus: Intel Corporation 82801I (ICH9 Family) SMBus Controller (rev 03)
03:00.0 Network controller: Intel Corporation PRO/Wireless 5100 AGN [Shiloh] Network Connection
04:00.0 Ethernet controller: Realtek Semiconductor Co., Ltd. RTL8101E/RTL8102E PCI Express Fast Ethernet controller (rev 02)
05:00.0 System peripheral: JMicron Technologies, Inc. SD/MMC Host Controller
05:00.2 SD Host controller: JMicron Technologies, Inc. Standard SD Host Controller
05:00.3 System peripheral: JMicron Technologies, Inc. MS Host Controller
05:00.4 System peripheral: JMicron Technologies, Inc. xD Host Controller


Dan hasil command "lsusb":


Bus 008 Device 003: ID 090c:c371 Feiya Technology Corp.
Bus 008 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 006 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 007 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 004 Device 003: ID 04d9:0499 Holtek Semiconductor, Inc.
Bus 004 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 001 Device 003: ID 03f0:171d Hewlett-Packard Wireless (Bluetooth + WLAN) Interface [Integrated Module]
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub


Hampir semua terdeteksi dengan baek. Compis juga langsung jalan karena VGA nya pake Intel. Cam langsung OK. Wireless juga OK.Bluetooth OK. Sepertinya OK semua kecuali sound aja tuh nggak berfungsi. Ini terdengar jelas keanehan sound saat login GDM. Sound akan mengulang-ulang tapi nggak sempurna.

Setelah ke UbuntuForums.org dapat solusinya. Tambahkan 2 baris berikut di file /etc/modprobe.d/alsa-base:

options snd-hda-intel model=hp-ma
options snd-hda-intel enable_msi=1


Dan setelah restart, sound sudah berjalan sempurna. Perfect.

Met coba bos :-D

14 Februari 2009

Ubuntu 8.10 di Sony VAIO VGN-SZ583N

Setelah beberapa kali ngeluh Vistanya pelan, Big BOS akhirnya tanya macem-macem. And gue buka juga kalo Vista nih resek banget. Cuman 5 personal notebook pake Vista selalu ribut karena lemot. Kadang nggak bisa ke internet. Mendadak aja tuh. Esoknya kadang normal lagi. Open file di server apalagi lemotnya. Shutdown juga. Sekitar 10 menit baru bisa off. Dan gue cuman bilang, bego aja mau pake Vista :-D

Akhirnya dia minta coba install Ubuntu di Notebooknya. Ok deh. Silakan saja. Nggak rugi juga kok nyoba Ubuntu. Cuman gue bayangin, setelah dual boot ready pasti akan dapat pertanyaan deh. Itu yang paling membosankan. Terutama awal-awal pake deh. Krang kring melulu. Bisa-bisa malem tidur terganggu.

Gue suka notebooknya. Sony VAIO VGN-SZ583N yang ringan sekali. Karena gue rasa pake Wubi akan terasa sedikit berat. Mending bagi partisi. Sekita 10GB dah cukup deh. Dia kan mau coba saja. Gue cuman pesen kalo dah OK and terbiasa pake, silakan notebook lamanya gue full install Ubuntu. Notebooknya bejibun soalnya.

Proses install Ubuntu 8.10 berjalan lancar tanpa ada masalah. Compis juga langsung jalan karena VGA nya pake Intel. Sound langsung OK. Wireless juga OK. Yang laennya gue blon banyak check keburu dia ambil. Tapi kliatannya nggak ada problem. Kecuali cam nya aja tuh nggak berfungsi. Sorry, kmaren lupa ambil detil 'lspci'nya.

Setelah Googling, sepertinya dapat driver dari site ini. Tapi sepertinya nggak bisa dipake karena kernel versi lama:
  1. http://www.palmix.org/r5u870-en.html
  2. http://www.arakhne.org/ricoh/index.html
Dari UbuntuForums.org dapat hasil yang memuaskan. Versi driver yang ready dengan dukungan DKMS. Jadi setiap ganti kernel akan compile sendiri dan langsung ter update:

sudo sh -c "echo 'deb http://ppa.launchpad.net/intuitivenipple/ubuntu intrepid main' >/etc/apt/sources.list.d/intuitivenipple.list"

sudo apt-get update
sudo apt-get install r5u870-dkms


Lalu remove sources softwarenya:

sudo rm /etc/apt/sources.list.d/intuitivenipple.list

sudo apt-get update

Setelah install "cheese", langsung muncul tuh. Berhasil deh cam nya. Juga untuk skypenya.

Goodluck BOS :-D

08 Februari 2009

Ubuntu Linux untuk Korean

Umumnya kita gunakan Ubuntu dengan English interface. Nggak beda dengan Windows XP, juga English interface. Untuk semua karyawan sini yang emang penduduk Thai. Ini nggak beda sama di Indonesia. Hampir semuanya gunakan English interface secara default.

Tapi expatriat Korean beda. Mereka sangat minded dengan produk Korea. Untuk komputer mereka gunakan user interface berbahasa Korea. Itu sewaktu mereka gunakan Windows XP. Dan karena mereka cuman pake internet, email dan office, tentu saja mereka dapat jatah menggunakan Linux :-D

Sekarang tantangannya gemana menghadirkan Ubuntu Linux 8.04 LTS edition untuk mereka. Apesnya, gue sendiri nggak tau bahasa Korea. Tapi paling nggak pelajaran sebelumnya tentang Thai language di Ubuntu Linux bisa gue pake dengan pendekatan yang sama. Inget yah, Thai languange hanya untuk input editor (pengetikan) saja (dengan SCIM). Tapi user interface tetep pake English. Sedangkan sekarang Korean maunya, user interface dalam bahasa Korea dan pengetikan bisa untuk Korean dan English.

Penambahan dukungan bahasa korea

Sangat mudah menambah dukungan bahasa Ubuntu Linux (Gnome). Langsung aja buka menu System, Administration, Languange Support.



Klik saja "Korean". Selanjutnya ikutin aja proses penginstallan. Dan sehabis itu akan minta restart.

Penambahan dukungan bahasa ini akan menambah banyak hal di Ubuntu. Tapi beberapa hal akan langsung tersedia:
  1. Penggunaan SCIM
    Dibutuhkan saat mengetikkan bahasa Korea tentunya (input editor). Bahasa Indonesia mungkin belum terasa karena karakternya sama persis dengan English. Tapi bahasa yang laen (Japanese, Chinese, dll) sama juga caranya seperti ini.
  2. Penggunaan user interface selain English
    Kalo user menginginkan menu dalam bahasa Korea, ini akan bermanfaat. Juga pengen menggunakan menu bahasa Indonesia ;-)
  3. Dictonary
    OpenOffice.org akan sangat terbantu. Juga Firefox, Thunderbird dan banyak skali aplikasi Linux yang bisa menggunakan fasilitas ini. Sayangnya kali ini gue nggak bahas yang satu ini yah.
User interface dengan bahasa Korea

Sehabis restart, menu login (GDM) sudah siap tentunya. Cukup klik Options (pojok kiri bawah), Language, Korean. Jika muncul pertanyan, accept aja sebagai Default. Setelah refresh, sekarang menu login udah dengan user interface Korea. Login seperti biasa, dan sekarang Gnome udah dengan user interface Korea juga.



Input editor (SCIM) switch

Desktop Gnome sekarang memiliki tambahan icon SCIM di taskbar (icon keyboard di pojok kanan atas ). Untuk mengubah input dari English ke Korean, cukup gunakan CTRL+SPACE. Dan di bagian pojok kanan bawah akan muncul detailnya. Untuk kembali ke English, tekan CTRL+SPACE skali lagi.





Tambahan untuk Thunderbird

Client tidak menggunakan Evolution. Hal ini karena dari Windows kita transfer email ke Thunderbird for Windows. Sampai ganti ke Ubuntu, profiles Thunderbirs langsung di masukkan dan bisa langsung di nikmati.

Karena Thunderbird adalah paket tambahan di Ubuntu, sepertinya ini salah satunya aplikasi yang belum menggunakan menu Korean. Cukup install yang ini:

sudo apt-get install thunderbird-locale-ko



Dictionary untuk English<>Korea

Untuk dictionary kemaren udah gue bahas di artikel sebelumnya dengan OpenDict.




Mudah kan? :-D

04 Februari 2009

OpenDict, another dictionary

Secara official, kita pake Stardict. Baek client Ubuntu Linux maupun client Windows semuanya menggunakan software ini. Dictionary data English-Thai dan Thai-English lengkap. Dan kemampuan untuk langsung query hanya dengan mouse, itu yang the best.

Sayangnya untuk bahasa Korea, susah cari dictionary datanya yang lengkap. Jadi harus nyari solusi lain. Nggak sengaja setelah obok-obok repository Ubuntu 8.04 LTS, nemu OpenDict. Hasilnya lumayan deh. Paling nggak dictionary dari English-Korean dan Korean-English berfungsi dengan baek.

Oya, untuk English-Indonesia dan Indonesia-English juga disediakan. Bahkan lumayan lengkap. Tanpa perlu nambahin dictionary datanya. Sayangnya ini harus ditembus hal laen. Untuk gunakan OpenDict, computer harus selalu tersambung ke internet. Karena query dictionary emang via internet.

Coba install 2 software ini:

sudo apt-get install opendict opendict-plugins-lingvosoft

Dan bisa dijalankan dari Accesories menus. Seperti ini lah tampilahnya:







Linux, selalu ada alternatif untuk kita ;-)