17 Februari 2010

OpenOffice.org 3.2.0 untuk semua client (1)

Di sini sebagaian user mulai gunakan Ms.Office 2003. Karena desakan dari luar, beberapa user dari group itu, harus di upgrade ke Ms.Office 2007. Cuman sedikit sih. Nggak sampe puluhan. Terutama dalam hal ini pengguna notebook pribadi. Sedangkan sebagaian besar menggunakan OpenOffice.org. Baik Linux client (Ubuntu 8.04 LTS) masih gunakan OpenOffice.org 2.4.1 dan sebagaian Windows user gunakan OpenOffice.org 3.0. Jadi bisa dibayangkan tuh dalam network kita ada:
  1. Ms.Office 2007 SP2
  2. Ms.Office 2003 SP3
  3. OpenOffice.org 2.4.1 (for Linux bawaan Ubuntu 8.04 LTS)
  4. OpenOffice.org 3.0 for Windows
Karena pertukaran dokumen dalam network sangat besar, bisa dikata faktor kompatibilitas dokumen adalah hal yang menentukan. Dan seperti biasa, karena banyak pihak (terutama diluar office kita) yang gunakan Ms.Office 2007 sebagai patokan, tentunya ini jadi tuntutan semua user untuk dapat membukanya. Mereka maunya membuka dokumen dari Ms.Office 2007 sesempurna mungkin. Nah loh :-D

Sebenernya gue udah nguber hal ini ke repository "Ubuntu Backports" . Sayangnya Canonical gunakan policy yang beda untuk hal ini. Ubuntu LTS hanya kasih update security saja (3 tahun untuk versi desktopnya dan 5 tahun untuk versi server). Dan OpenOffice.org adalah paket yang lumayan komplek untuk masuk ke "update security". Akhirnya... tak ada update official OpenOffice.org versi terbaru untuk LTS. Terus terang gue kecewa. Tapi itulah pertimbangan mereka. Padahal untuk keperluan kerja sehari-hari, OpenOffice.org versi terakhir adalah paket yang vital untuk tetap menjaga kompatibilitas dengan Ms.Office.

Emang sih ada PPA openoffice-pkgs di Launchpad. Tapi udah nggak support Ubuntu 8.04 LTS. Lagian gue coba ketemu beberapa bug yang bener-bener parah. Makanya gue lebih suka upgrade official dari Canonical yang tentunya akan lebih stabil. OK, lupain deh :-D Jadi solusi satu-satunya gunakan DEB paket OpenOffice.org dari website OpenOffice.org.

Pertimbangan laen lagi, support ke versi berikutnya dari Ubuntu 10.04 LTS yang bakal di release bulan April 2010. Setelah baca "new features" dari versi terakhir, sepertinya OpenOffice.org 3.2.0 lumayan bagus menghandle Ms.Office dokumen. Pivot table dari Ms.Office file bisa dibuka. File Ms.office berpassword juga bisa dihandle. Dan laen sebagainya yang gue rasa akan sangat bagus untuk semua client. Yang mana akhirnya, Ubuntu client lama (8.04 LTS) dan baru (10.04 LTS) nantinya gunakan versi yang sama.

Setelah install manual di desktop gue (Ubuntu 8.04 LTS), OpenOffice.org 3.2.0 sepertinya layak dipake semua client. Baek yang gunakan Linux maupun gunakan Windows. So.. langkah berikutnya adalah, membuat script yang bisa menyederhanakan proses upgrade OpenOffice.org di Linux client. Tunggu aja deh.





6 komentar:

jacobian mengatakan...

utk membuka file yg extensi docx mungkin agak susah ya. :-)

jarwadi mengatakan...

saya kemarin baru saja mengganti open office ke 3.2 di ubuntu saya, sebelumnya 3.1

tapi saya belum mencoba menguji kompatibilitasnya dengan software office yang lain

saya ingin mencoba buka buka dari Office 2010 preview, office 2007 dan iwork

Lutfi mengatakan...

@jacobian: DOCX, XLSX, PPTX bisa langsung dibuka sejak OpenOffice.org 3.0. Tinggal klik aja nama filenya di Ubuntu.

Lutfi mengatakan...

@jarwadi: Office 2007 no problem. iWork, gue nggak coba ini. Karena emang di office gue nggak ada yg pake. Utk office 2010, belon coba versi betanya. Tapi sejauh baca2, nggak ada perubahan format file.

Maulanan Mufti mengatakan...

Nambahin nih, tidak semua file office 2007 bisa dibuka di open office bawaan ubuntu, kebetulan saya pake sabily 9.10,

Tapi, bisa diakalin dengan menginstal open office versi windows di sabily dengan menggunakan wine,

Dan masalah file yang tidak bisa dibuka, bisa teratasi, lihat postingannya disini:
http://aslibumiayu.wordpress.com/2010/04/14/kenapa-tidak-semua-file-office-2007-bisa-dibuka-di-open-office/

Lutfi mengatakan...

@Maulanan: OpenOffice.org tidak ada masalah. Tapi perbedaan versinya itu yang bermasalah. Solusinya tentu saja yang paling tepat upgrade ke versi terakhirnya. Ya tentu saja utk Ubuntu. Gunakan PPA yg di Launchpad atau versi original di websitenya OpenOffice.org. penggunaan Wine bukan solusi yang tepat disini. Bahkan akan mengundang virus ke sistem Linuxnya.