14 Desember 2008

Problem di Payroll division

Kali ini gue kasih cerita tentang payroll division. Gemana gue handle problem license divisi ini. Lumayan ribet karena kesalah pahaman :-D

Setelah kita rubah XP license ke 8 clientnya, semua PC harus join domain dan set as user level (not administrator level anymore). Well... ini departemen paling banyak virusnya dulu. Dan mereka paling sibuk siapin gajian worker sebulan 2x. Jadi bener-bener sibuk.

Ada kendala yang nggak gue duga sebelumnya. Karena survey MIS rupanya nggak lengkap. Nih detailnya:
  1. Setiap PC mereka ada 2 OS. Windows 98 (unlicense) and Windows XP (license). Wah ... :-(
  2. Setiap PC mereka ada Office 2003 small business OLP (license)
  3. Bosnya bikin database MS.Access (unlicense) dan 4 client juga mengaksesnya :-(
  4. BPlus (local payroll thai software) for Win98-XP untuk 8 client (license) butuh MSSQL 2000 server (unlicense)
  5. Thaipro (another local payroll thai software) for DOS untuk 6 client (unlicense)
  6. Custom software by MIS for Win98-XP untuk 6 client (from Delphi unlicense)
  7. Beberapa software laen juga for XP only (license)
Gue berusaha pake XP licensenya. Tapi sialnya yang no.5 hanya bisa jalan di Windows 98. Di XP, thai language support under Ms. DOS nggak berfungsi. Karena solusi itu emang dari local thai software. Bukan dari MS. Setelah cari tau, semua softwate under DOS with thai, emang nggak compatible sama XP. Cuman dengan DOSBox for XP bisa jalan. Sayangnya pelan tuh. Kan DOSBox emulasi. Jadi kurang memuaskan hasilnya. Mereka nggak puas karena slow akses data di jaringannya. Nggak bisa dipindah ke local harddisk, karena harus di server untuk multi user.

Lagi ribet-ribetnya mikir solusi yang bagus and hemat, bosnya manggil salah satu director (director baru) and complaint. Karena takut kalo program DOSnya nggak bisa jalan. And si director ikut-ikutan kelimpungan. Gemana nih MIS? Mreka nggak bisa kerja kalo Windows 98 gak berfungsi? Dan blah blah blah ... Semuanya pada berdiri sambil hakimin gue. Duh ... :-( :-( :-(

OK. Gini aja. Bos payroll and director gue ajak ke ruangan MIS. Juga admin server dan head programmer gue aja meeting. Kedua MIS ini udah 8 taon disini. Dan udah beberapa kali ganti manager. Jadi tau history di MIS. Sekarang waktunya harus ubah persepsi.
  • Policy company untuk kurangin software bajakan dengan gunakan Linux, udah dipublish ke semua department. Dan setiap manager harus tanggung jawab masing-masing inventarisnya. Ini termasuk PC, software, dll. Bukan gue sbg MIS. Gue baru di sini. Sama skali nggak tau history company ini.
  • Gue bantu nyelesain masalah. Bukan nambah masalah. Itu paling utama. MIS bukan hakim, lalu hakimin semua departemen. Itu salah kaprah !!! Gue diminta bantu beresin license. Gue diminta bantu nangani kesulitan tentang license. Kalo payroll merasa gak ada problem license, itu bukan urusan gue.
  • Berusaha sehemat mungkin. Kalopun mau boros, apa bisa??? Dijual aja kagak lagi.
  • Payroll division license cuman: XP, Office 2003 small business (tanpa Ms.Access) dan Bplus only. Itu harta milik mereka.
So .. gemana solusinya untu payroll?
  • Tidak punya license Windows 98
  • Tidak punya license Thaipro (companynya dah ilang)
  • Tidak punya license Access 2003
  • Tidak punya license MSSQL 2000 Server and CAL
Sapa yang harus tanggung jawab? Gue? Gue baru juga di company ini !!! Sapa dong? Sapa yang dulu kasih putusan pake ThaiPro? MIS manager lama? Juga bukan. Bos payroll ngaku kalo dia lanjutin dari bos payroll sebelumnya. Tapi itu nggak selesain problem kan??? Dan 8 taon dia pake, itu artinya 8 taon tau ThaiPro unlicense tetep aja masih dipake :-D

Untuk Access 2003, kenapa juga tau bajakan masih aja dipake? Gampang katanya. Bisa nambah beli Office 2007 Prof OLP license. Tapi itu gue tolak. Cuman program employee history doang kenapa harus beli 8 license Ms. Office 2007 Prof? Kalo gue setuju beli, kedepannya akan smakin banyak dong file MDB dari payroll :-(

Untuk SQL 2000 yang jadi backend databasenya BPlus, dah nggak dijual lagi. Kita test pake SQL2005 server, bisa. Sayangnya Navision software milk accounting nggak berfungsi tuh. Dan Windows98 mo beli dimana? Di jual aja kagak? Gemana dengan antivirus? Harus pake deh.

Inilah yang harus MIS selesain? Problem license !!! Jadi gue harus tanggung jawab problem license ini???? Mereka diam aja. Termasuk programmer dan admin MIS. Sekali lagi gue tekannya, sangat gampang bikin Win98 online dengan Samba. Sangat gampang install ini itu. Tapi itu bukan selesain problemnya. Ini problem license !!! Artinya, kita mo install kalo punya license !!!

Ada ide pake PC kuno yang ada license Windows 98 di gudang. OK. Sekarang ini detailnya:
  • Windows 98 (license)
  • BPlus (license) tapi butuh Office 2000/XP (unlicense). Office 2003 minimal butuh W2k.
  • ThaiPro (unlicense)
  • Antivirus for Win98? (unlincense)
Mo cari license dimana? Dah nggak ada lagi di M$ !!!

Akhirnya bos payroll setuju. Mereka akan pake 1 bulan kedepan Thaipronya. Setelah itu mereka akan request untuk beli tambahan 2 license BPlus for Windows XP dan harus input ulang semuanya. Good Sekitar 2juta doang deh. Jadi gue sambungkan Win98 nya ke Samba hanya untuk 1 bulan saja. Tanpa antivirus di Win98. Duh :-(

Untuk MSSQL 2000 server sebagai backend database, setelah cek Bplus software (seperti dibikin pake Delphi), bisa konek ke MySQL server. Setelah diitung-itung:
  • 5 MSSQL 2000 server di 5 company
  • 30 CAL di semua company
  • Pertimbangan virus
Sedangkan untuk backend MySQL server, hanya butuh kocek $99, akhirnya ada keputusan untuk dicoba dulu. Versi download DbxMda dapat trial 1 bulan. Dan payroll setuju untuk coba selama 2-3 hari. Kalo cepet and nggak ada kendala, bisa pake backend MySQL. Itu artinya nggak perlu make MSSQL lagi.

Dan sisanya employee history, head programmer setuju bikin versi webbase. Bulan depan kelar. Emang sih ... programmnya simple banget. Well done.

Total tambahan cost sekitar 3 jetian

Meeting kelar juga deh :-D

3 komentar:

Basoro mengatakan...

Saya selalu tertarik dengan tulisan anda dalam migrasi ke linux (ubuntu). Sayang sangat sedikit praktisi FOSS yang menuliskan proses migrasi dalam bentuk blog. Dan disayangkan lagi migrasi di thailand bukan di indonesia. Ditunggu cerita migrasi selanjutnya.

iking mengatakan...

enak diikutin dan seru walo masih ngeraba masalahnya .... juara ...

Anonim mengatakan...

wah sip, plok plok plok. saya salah satu fans di website ini dan selalu menunggu informasi/progress dari migrasi. :) hehe apa bener bisa linux buat jadi ganti ms windows