Tampilkan postingan dengan label thunderbird. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label thunderbird. Tampilkan semua postingan

08 Februari 2009

Ubuntu Linux untuk Korean

Umumnya kita gunakan Ubuntu dengan English interface. Nggak beda dengan Windows XP, juga English interface. Untuk semua karyawan sini yang emang penduduk Thai. Ini nggak beda sama di Indonesia. Hampir semuanya gunakan English interface secara default.

Tapi expatriat Korean beda. Mereka sangat minded dengan produk Korea. Untuk komputer mereka gunakan user interface berbahasa Korea. Itu sewaktu mereka gunakan Windows XP. Dan karena mereka cuman pake internet, email dan office, tentu saja mereka dapat jatah menggunakan Linux :-D

Sekarang tantangannya gemana menghadirkan Ubuntu Linux 8.04 LTS edition untuk mereka. Apesnya, gue sendiri nggak tau bahasa Korea. Tapi paling nggak pelajaran sebelumnya tentang Thai language di Ubuntu Linux bisa gue pake dengan pendekatan yang sama. Inget yah, Thai languange hanya untuk input editor (pengetikan) saja (dengan SCIM). Tapi user interface tetep pake English. Sedangkan sekarang Korean maunya, user interface dalam bahasa Korea dan pengetikan bisa untuk Korean dan English.

Penambahan dukungan bahasa korea

Sangat mudah menambah dukungan bahasa Ubuntu Linux (Gnome). Langsung aja buka menu System, Administration, Languange Support.



Klik saja "Korean". Selanjutnya ikutin aja proses penginstallan. Dan sehabis itu akan minta restart.

Penambahan dukungan bahasa ini akan menambah banyak hal di Ubuntu. Tapi beberapa hal akan langsung tersedia:
  1. Penggunaan SCIM
    Dibutuhkan saat mengetikkan bahasa Korea tentunya (input editor). Bahasa Indonesia mungkin belum terasa karena karakternya sama persis dengan English. Tapi bahasa yang laen (Japanese, Chinese, dll) sama juga caranya seperti ini.
  2. Penggunaan user interface selain English
    Kalo user menginginkan menu dalam bahasa Korea, ini akan bermanfaat. Juga pengen menggunakan menu bahasa Indonesia ;-)
  3. Dictonary
    OpenOffice.org akan sangat terbantu. Juga Firefox, Thunderbird dan banyak skali aplikasi Linux yang bisa menggunakan fasilitas ini. Sayangnya kali ini gue nggak bahas yang satu ini yah.
User interface dengan bahasa Korea

Sehabis restart, menu login (GDM) sudah siap tentunya. Cukup klik Options (pojok kiri bawah), Language, Korean. Jika muncul pertanyan, accept aja sebagai Default. Setelah refresh, sekarang menu login udah dengan user interface Korea. Login seperti biasa, dan sekarang Gnome udah dengan user interface Korea juga.



Input editor (SCIM) switch

Desktop Gnome sekarang memiliki tambahan icon SCIM di taskbar (icon keyboard di pojok kanan atas ). Untuk mengubah input dari English ke Korean, cukup gunakan CTRL+SPACE. Dan di bagian pojok kanan bawah akan muncul detailnya. Untuk kembali ke English, tekan CTRL+SPACE skali lagi.





Tambahan untuk Thunderbird

Client tidak menggunakan Evolution. Hal ini karena dari Windows kita transfer email ke Thunderbird for Windows. Sampai ganti ke Ubuntu, profiles Thunderbirs langsung di masukkan dan bisa langsung di nikmati.

Karena Thunderbird adalah paket tambahan di Ubuntu, sepertinya ini salah satunya aplikasi yang belum menggunakan menu Korean. Cukup install yang ini:

sudo apt-get install thunderbird-locale-ko



Dictionary untuk English<>Korea

Untuk dictionary kemaren udah gue bahas di artikel sebelumnya dengan OpenDict.




Mudah kan? :-D

10 Januari 2009

Thundebird multi profiles

Gue slalu berusaha kasih solusi yang simple untuk user. Walo kadang nggak simple untuk MIS. Tapi itulah tantangannya. Gemana membuat Linux menjadi mudah untuk user. Salah satunya, user pengen multiple profile di Thunderbird. Karena sebelumnya di Windows dia terbiasa dengan multiple identities. Sewaktu pindah ke Ubuntu, dia tetep pengen pake cara itu.

Penggunaan Thunderbird untuk sekaligus download 2 account bisa tuh. Apalagi ada fasilitas pemisahan untuk menggunakan "Global inbox folder". Sayangnya dia bersikeras, untuk menghindari salah kirim. Setelah cari beberapa alternatif, akhirnya mending pake Thunderbird dengan multi profiles saja.

Thunderbird di Linux emang udah dikebiri. Sehingga profiles managernya nggak muncul di menu. Tapi sebenernya tetep bisa dilakukan. Dengan melalui terminal. Kalau di Windows, tetep bisa dilakukan dari DOS prompt juga.

Menambah profile baru

Coba buka terminal dan jalankan command ini:

thunderbird --help

Dari situ akan tahu perintah apa seharusnya untuk membuka Profiles Managernya Thunderbird

thunderbird -ProfileManager

Silakan tambah profiles ke 2. Berikutnya pilih nama profiles ke 2 tersebut dan klik "Start Thunderbird" untuk melakukan setting selanjutnya.

Menampilkan multiple profile

Jika menginginkan selalu muncul pilihan profiles di Thunderbird, coba hal ini:

thunderbird -ProfileManager

Dan disable option "Don't ask at startup". Atau cara laen, c
oba edit files $HOME/.mozilla-thunderbird/profiles.ini dengan gedit (text editor). Gantilah baris:

StartWithLastProfile=1


Menjadi:

StartWithLastProfile=0


Sekarang setiap kali menjalankan Thunderbird, akan muncul pilihan profilesnya.

Menambah Password di Profile

Sebenernya nggak ada fasilitas ini di Thunderbird. Tapi bisa manfaatin "Master Password" untuk hal ini. Sehingga setiap kali profiles dipilih, berikutnya untuk download message harus masukin Master Password.
  1. Edit -> Preferences (kalo di Windows OS: Tools -> Preferences)
  2. Privacy icon -> Passwords tab
  3. Set Master Password...
Tutup Thunderbird dan coba jalankan untuk tau hasilnya.

Shortcut ke profiles tententu

Ada kasus dimana 1 user gunakan 2 profile. Tapi dia pengen, email/profile ke 2 hanya dia yang tau. User laen kalo pake PC nya hanya tau email office (profiles pertamanya).

Untuk kasus seperti ini, gue bikinin 2 profile di Thunderbird. Tapi Thunderbird nggak dibikin nampilin pilihan profiles. Defaultnya Thunderbird akan selalu muncul dengan profile pertama. So... untuk munculin profile ke 2, gue ajarin user dengan cara tekan Alt+F4 dan ketikkan "thunderbird -P <profilesname>".

Sebenernya itu bisa juga dibikin shortcutnya. Tapi usernya pengen manual seperti itu.


08 Januari 2009

Pemindahan profiles Thunderbird ke partisi/OS laen

Satu perbedaan mendasar antara OE dan Thunderbird, adalah setting. Setting OE disimpan di registry. Setting Thunderbird disimpan dalam profilenya. Jadi Thunderbird lebih gampang di pindah ke media apa saja. Termasuk dari Windows ke Linux. Pindah profilesnya, semua setting/filter/addressbox langsung muncul tanpa setting ulang. Keren kan ;-)

Karena kebiasaan MIS di Windows mereka membagi harddisk jadi 2 partisi. Dan partisi ke 2 digunakan untuk dokumen dan email. Maka gue harus kasih solusi. Membuat Thunderbird menyimpan messagenya di partisi laen.

Oya, ini bisa dipake juga untuk di Linux. Misalkan user mau emailnya disimpan di folder Documents. Sehingga kalo mereka pengen backup, cukup backup folder Documents aja. Gue nggak perlu jelasin panjang lebar lagi. Mereka udah bisa jalan sendiri dengan proses backupnya. Walau Thunderbirdnya terbuka dilayar, proses backup di Linux tetep bisa dilakukan. Beda ama Windows, harus di tutup dulu tuh Thunderbirdnya.

Profiles Thunderbird

Di Ubuntu (Linux) profilesnya di simpan dalam folder:

$HOME/.mozilla-thunderbird/


Sedangkan di Windows dalam folder:

C:\Documents and Settings\<username>\Application Data\Thunderbird\

Minimal ada 2 file yaitu:
  1. profiles.ini
    Ini setting profiles saja
  2. sebuah profiles (misal: azlb8k57.default)
    Inilah folder profilesnya dimana setting/filters/message/addressbook disimpan
Perhatikan isi files profiles.ini:

[General]
StartWithLastProfile=1

[Profile0]
Name=default
IsRelative=1
Path=azlb8k57.default
Default=1


Memindahkan profiles Thunderbird ke partisi laen

Proses memindahkan bisa pake software sih. Tapi gue kurang suka karena akan lama prosesnya. Cara mengedit files profiles.ini akan lebih cepat dan efisien. Misal, dari drive C: ke drive D:\Email di Windows OS.
  1. Pindahakan folder profilesnya "azlb8k57.default" ke drive D. Setelah itu rename dari "D:\azlb8k57.default" menjadi "D:\Email"
  2. Edit files profiles.ini dan rubah 2 baris ini:
    IsRelative=0
    Path=D:\Email
Simpan dan aktifkan Thunderbird. Sekarang udah pindah tempat. Cara yang sama di Linux. Bedanya penamaan bagian "Path" saja. Jangan gunakan $HOME untuk ini. Gunakan path lengkap. Misal: /home/lutfi/Documents/Email.

Memindahkan profiles Thunderbird dari Windows ke Linux
  1. Backup folder profiles "azlb8k57.default" ke external hardisk/usb/dvd
  2. Format komputer dan install Ubuntu :-D
  3. Login dengan username yang bakal dipake user
  4. Install Thunderbird dan jalankan software ini. Waktu muncul wizard pembuatan account baru, cancel aja. Hal ini untuk buat folder dan profilesnya.
  5. Buka File-Browser (Nautilus) dan masuk ke folder $HOME/.mozilla-thunderbird
  6. Restore folder profiles "azlb8k57.default" dari external hardisk/usb/dvd ke folder $HOME/.mozilla-thunderbird
  7. Edit file profiles.ini dan ganti bagian "Path" nya:
    Path=azlb8k57.default
  8. Simpan dan met menikmati tanpa perlu setting lagi
Thunderbird gitu loch ...


06 Januari 2009

Kenapa gue pake Thunderbird official utk semua client

Yang namanya Outlook Express (OE), dulu paling ngetop disini. Bukan karena hebatnya software itu. Udah include di Windows OS tentunya. Sejauh itu aja. Tapi ada hal yang lebih ngetop lagi. Komplain user sini tentang email. Kaitannya karena hampir semua pake OE, maka komplainnya ya seputar OE lah.

List ini adalah list kesalahan OE yang paling parah:
  1. Max size perfolder 2GB
    Kebiasaan kerja di office, umumnya user akan kirim email dengan attachment dan CC ke siapa aja yang berkaitan. Efeknya mereka akan terima email yang banyak attachment dan Inboxnya akan cepet membengkak. OK, walau pake rules, tetep aja folder akan cepet gede. Dalam 3-4 bulan, perfolder bisa capai limit 2GB itu. Selanjutnya pihak MIS akan terima komplain. Dan mereka seperti biasa akan rename folder Inbox.dbx ke Inbox-old.dbx. Inilah rutinitas MIS slama 5 taon terakhir :-D

  2. Kadang message beberapa bulan bisa hilang gitu aja
    Nggak tau gemana, Inbox yang semula ada message 6 bulan terakhir, mendadak message tertentu bisa menghilang. Ini bukan semua message dalam satu folder yah. Cuman sebagaian saja. Gue pernah check, Inbox.dbx sekitar 1.3GB. Anehnya setelah di compact, jadi 100MB. Nah loh? I hate if this happen :-(

  3. Message cannot display
    Listrik mati atau user maen reset saja komputer. Itu kecurigaan awalnya sih. Tapi kadang OE bisa nutup sendiri. Selanjutnya error seperti ini akan muncul. Simple aja. Tutup dan buka lagi OE. Umumnya akan normal. Tapi kalo udah parah, nggak ada cara laen. Harus di repair file dbx-nya. Dan ini bener-bener membuang waktu.

  4. Support UTF-8 nya parah
    M$ pake caranya sendiri untuk memprovide email berbahasa English, Thailand, Korean, Chinese. Dan ke 4 language itu dipake disini. Big company dengan banyak expatriat. Walau selama ini mereka pake cara OE untuk saling komunikasi dengan email, tanpa UTF-8 akan jadi boros karakter. Dan kadang subjectnya jadi kaco karena coding yang berbeda-beda. Dan kalo dapat email menggunakan UTF-8, OE (terutama OE6) kadang keok. Nggak bisa nampilin apa-apa. Walau dah dipilih codingnya secara manual UTF-8, tetep saja nggak bener diplay messagenya.

  5. Pemindahan store folder yang sangat beresiko
    Ini satu hal yang paling gue benci dari OE. Kebiasaan MIS sini partisi harddisk jadi 2. Partisi pertama untuk OS. Partisi berikutnya untuk dokumen dan email. OE emang udah kasih peringatan saat mindahin store folder ke folder laen. Kalo folder tujuan udah ada messagenya. Nggak sengaja klik NO, hilang deh semua message di folder tujuan. Nggak tau gemana logika M$ programmer. Kalo di folder tujuan dah ada message, kenapa ditanya lagi. Beda banget ama Thunderbird. Tau dah ada message, langsung ditampilkan tanpa tanya lagi.

  6. Spam
    Hari gini pake email client tanpa anti spam??? Mungkin nggak masalah sekarang. Karena bulan Juli kemarin udah gue settingkan antispam di mail server sini. Tapi kan loe bisa bayangin. Umumnya spam local akan tetep masuk. Dan antispam di email software akan membantu hal ini.

  7. Virus & Spyware
    OE dan Virus/Spyware itu pasangan yang sangat cocok. Tanpa perlu klik attachment, virus/Spyware langsung running. Bener-bener berkah untuk mereka, tapi bukan untuk MIS :-( Untung udah ada clamav di mail server. Tapi gue tetep aja sebel karena beberapa bos sini download pop3 dari mail server luar. P3scan akan menghadang deh kalo downloadnya dari network office. Nah kalo download dari luar network office, esok paginya notebook dipake kerja udah bawa bonus Virus/Spyware :-(

  8. Searchingnya menyebalkan
    Suka pake fasilitas search nggak? OE paling jelek dukungan searchnya. Bahkan sangat jelek dan lamban kerjanya.

  9. LDAP supportnya lemah
    Ini satu hal yang cukup jelek di OE. Perlu banyak perjuangan untuk searching sebuah email address di LDAP server.

  10. Solusi laennya, selalu berbuntut: bayar bayar bayar
    Software untuk repair message OE, jarang ada yg gratis. Walo OE include Windows OS, tapi hampir semua software dukungannya nggak ada yang gratis. Juga untuk removing duplicate message. Dan laennya. Ckckck ....

Semua problem di atas tidak ada di Thunderbird. Baek Thunderbird for Windows maupun for Linux. Kecuali No.7, Thunderbird tetep butuh antivirus kalo dipake di Windows. Tapi spyware umumnya gak perlu dirisaukan. Karena hampir smua spyware diciptakan untuk OE.

Well... pren. Hari gini pake OE???


24 November 2008

Brother Printer HL-5250DN on Linux

Seperti yang gue singgung sebelumnya, disini banyak sekali printer jaringan. Printer HP loe tau sendirikan, paling mudah di Linux. Gemana dengan Brother printer? Brother sangat bagus juga dukungan di Linux. DI homepagenya disediakan support page khusus Linux. Salut deh :-D

Here the URL: http://solutions.brother.com/linux/en_us/

Problem muncul karena email dari Thunderbird nggak bisa cetak ke printer Brother HL-5250DN. Aneh? Cuman ini aja yang muncul:

ERROR NAME;
undedined
COMMAND;
2
OPERAND STACK;


Apa juga itu :-D Bener-bener error yang nggak jelas. Dan anehnya cuman email yang subjectnya menggunakan bahasa Thailand aja. Email bersubject bahasa Inggris, aman-aman dan lolos ke printer tanpa error.

Juga beberapa dokumen OpenOffice.org 2.4.1 kalo tercetak karakternya bertumpuk-tumpuk. Tidak teratur rapi seperti di layar. Jadi gue harus trace lebih jauh nih. Soalnya kalo cetak ke printer HP, ok-ok aja tuh.

Driver yang digunakan adalah default autodetect Ubuntu. Karena ini printer jaringan, Ubuntu udah langsung sodorin printernya. Ya gue accept aja dong yah. Pake model Brother dengan driver "Brother HL-5250DN BR-Script3 [en] (recommended)".

Ubuntu nyediakan driver untuk printer Brother laennya. Yaitu dengan paket "brother-cups-wrapper-laser". Sayangnya gue coba model Brother dengan driver "HL-5250DN for CUPS", justru nggak berhasil cetak. Printer kedip-kedip doang tanpa pernah keluar lembar kertas cetakannya.

Akhirnya check lebih jauh ke specifications dari printer Brother HL-5250DN. Ternyata printer ini sanggup mengemulasi PCL6, BR-Script3, IBM Proprinter, Epson FX. Jadi "PCL6" sepertinya ada di generic driver CUPS deh. Sekarang gue ganti pake model Generic dan driver "Generic PCL 6/PCL XL Printer - CUPS+Gutenprint v5.0.2 Simplified [en] (recommended)".

Setelah itu, problem sirna. Kasus email bersubject Thai dan dokumen OpenOffice.org yang amburadul cetakannya, nggak muncul lagi. Juga ada satu lagi Multifuction printer Brother MFC-8460N, gue kasih driver PCL6. It's work great.


21 September 2008

Pesan email dengan coding UTF8 dan TIS-620

Mungkin karena biasa di Jakarta encoding email kita dan orang bule sama. Sama-sama menggunakan karakter A-Z 0-9. Tapi sekarang disini laen. Thai punya karakter khusus. Dan gue harus bisa hal ini juga. Karena sejak disini, banyak manfaatnya nih belajar encoding.

Ini adalah satu contoh kasus laen. Semua staff MIS menggunakan Thunderbird. Meraka harus pake setiap hari. Karena ke depannya semua user akan pake. Jadi sebelum user tanya, MIS harus mumpuni dulu. Sepele gak? Trust me!!! Coba dulu semua hal. Jangan langsung di apply ke client. Banyak hal yang terjadi dan kita akan tau, ternyata kita gak tau semuanya :-D

Salah satu MIS send message ke email group MIS, tentang penggunaan encoding TIS-620 di email client Thunderbird. Well... kabar bagusnya, mereka mulai giat cari tau software-software baru yang mereka pake. Kabar jeleknya, gue harus buktikan mana email-email tadi yang bener, kurang bener and salah. Jangan sampe kalo salah, akan diajarkan ke semua client. Wuih...

Ini gara-gara Thunderbird selalu tanya kalo kirim pesan email yang ada thai karakter. Seperti ini:



Dengan menset default encoding TIS-620, pesan itu gak pernah muncul lagi. Well...kelar deh. Gue gak pernah mikir hal itu lagi. Karena emang itu ada dari sebuah dokumen organisasi opensource Thai.

Kasus muncul waktu kemaren gue kirim message pake Chinese karakter. Jadi berubah tanda tanya (?) semua. Wah... disini ada banyak pekerja Chinese, Korean, England and Thai tentunya. Jadi solusi TIS-620 bener-bener dah basi deh. Jadi gue harus buktinya format encoding TIS-620 gak cocok untuk kebutuhan company gue.

Cara testnya simple aja. Gue kirim email ke semua MIS beberapa bahasa dengan bantuan Google Translate. Ini isi messagenya:

Email sending dengan encoding UTF-8, ini hasilnya:
English => help me
Chinese (simplified) => 帮助我
Chinese (traditional) => 幫助我
Korean => 도와주세요
Hindi => मुझे सहायता
Japanese => 手伝って
Arabic => ساعدني
Bulgaria => Помогнете ми
Danish => Hjælp mig
Polish => Pomóż mi
Romania => Ajutaţi-mă
Thailand => ช่วยเหลือ

Email sama seperti di atas tapi sending dengan encoding TIS-620, ini hasilnya:

English => help me
Chinese (simplified) => ???
Chinese (traditional) => ???
Korean => ?????
Hindi => ???? ??????
Japanese => ????
Arabic => ??????
Bulgaria => ????????? ??
Danish => Hj?lp mig
Polish => Pomo'z. mi
Romania => Ajutat,i-ma(
Thailand => ช่วยเหลือ
Dari hasil itu, kelihatan TIS-620 cuman untuk Thai and English karakter saja. Sedangkan UTF-8 support multiple language.

OK. Jelas sekarang. Kita harus rubah semua Thunderbird gunakan default encoding UTF-8 dari menu:
  • Edit - Preferences (Windows version di menu Tools - Prefernces)
  • Display - Fonts & Encodings
  • Bagian Character Encodings set incoming dan outgoing to UTF-8


Kalo gak mau set permanen seperti ini, bisa rubah encoding dari menu Options - Character encoding waktu create new message atau reply message.

Goodluck pren