17 November 2008

Setting Printer dengan CUPS

Disini ada banyak sekali printer jaringan. Hampir 20 printer. Juga lumayan banyak sekali printer lokal. Jadi setting printer haruslah efisien. Cukup sekali setting, semua client bisa menikmati. Tanpa perlu add printer di setiap client. CUPS di Linux (termasuk Ubuntu) bisa melakukannya dengan sangat baek. Jadi jangan heran, CUPS akhirnya dibeli Apple dan di sertakan juga di Macintosh. Tuh kan bukti 1 lagi Linux itu mudah :-p

Ini beda sama Windows. Kita harus setting satu persatu di setiap client. Bener-bener membosankan setting printer di Windows. Juga setelah itu kita harus provide drivernya. Emang umumnya dapat CD/DVD driver. Tapi tetep aja menyebalkan. Karena di Linux, nggak perlu driver lagi. Dan include di OS. So... kali ini akan loe liat gemana gue setting printer jaringan dan printer lokal di company gue.

Printer Jaringan

Gue nggak mau MIS buang waktu dengan setting printer jaringan satu persatu ke semua client. Jadi gue setting aja semua printer jaringan di server Samba. Loe bisa taruh di server laennya yang ada CUPS servicenya. Nggak harus server Samba.

Default Ubuntu, CUPS hanya running di localhost, kita harus buka dulu agar CUPS running di semua interface dan bisa di remote dari jaringan. Tambahkan setting ini (berwarna tebal) di /etc/cups/cupsd.conf.

#Listen localhost:631
Port 631

#Browsing Off
Browsing On
BrowseOrder allow,deny
#BrowseAllow all
BrowseAddress @LOCAL
<Location />
Order allow,deny
Allow all
</Location>
<Location /admin>
Order allow,deny
Allow all
</Location>
<Location /admin/conf>
AuthType Default
Require user @SYSTEM
Order allow,deny
Allow all
</Location>


Setelah itu restart aja service CUPSnya.

Lalu dari PC mana saja, bisa loe akses https://hostname:631/admin dan tambahkan printer jaringan semuanya. Atau bisa juga loe gunakan system-config-printer yang ada di menu System - Administration - Printer.

Printer lokal

Sebenernya sama cara settingnya dengan printer jaringan. Tapi karena di client, lebih enak pake GUI, berikut settingnya secara GUI. Aktifkan saja option "Share published printers connected to this system".



Tambahkan printer lokal. Ubuntu sekarang bisa autodetect printer dengan baek. Umumnya USB tuh mudah. Setelah kelar, jangan lupa aktifkan option "Share".



Dan karena semua client disini udah terinstall CUPS-PDF, jangan lupa PDF printer jangan di share.




Setting client laen

Client Linux (Ubuntu) yang pengen menikmati printer yang dah terinstall (baek printer jaringan di server Samba maupun printer lokal di user laen), cukup aktifkan option "Show printers shared by other systems".



Setelah Apply lalu Refresh, beberapa saat kemudian semua printer jaringan akan muncul.



Jangan lupa pilih satu satunya dan "Make Default".


Happy Migration ...


5 komentar:

Anonim mengatakan...

aku pernah sharing epson c45 ke windows dan linux. dulu lancar2 aja.. tapi sekarang kalo print dari windows malah hang file di windowsnya. kalo sama2 linux lancar2 aja.
makasih infonya.. ntar aku coba
Keep Posting yach
wmegag

Anonim mengatakan...

kalo hasil output dengan preview berbeda itu kenapa mas !?

Lutfi mengatakan...

preview dan output beda itu maksudnya gmn? Bisa lebih detil???

Anonim mengatakan...

Ternyata. kalo ngeshare print ubuntu ke windows.. install printer di windowsnya dengan \\namakomputer\shareprint, bukan \\IPkomputer\shareprint. hasilnya lebih cepat pakai namakomputer.
Thanks
wmegag

Binladien mengatakan...

agan..., master.., saya punya masalah ngeprint pdf file ke printer dot matriks. masalahnya, gimana caranya supaya dari pdf bisa ngeprint dg ukuran A5 / setengah dari A4?tanpa merubah2 file pdf itu sendiri, jadi settingan printernnya seperti apa.Mohon bantuan dan pencerahannya nih.
terima kasih